Adapun hasil fasilitatif pada tiga tahap pendampingan di tiga Puskesmas tersebut oleh Tim Sufas Provinsi NTT dan Tim Sufas Kabupaten Manggarai baik melalui pendampingan onsite maupun pendampingan online dilaporkan telah berjalan dengan baik.
Disampaikan bahwa pada ketiga Puskesmas tersebut sudah mencapai target penilaian di atas 80% untuk semua item penilaian.
Menurut tim program USAID Momentum, Sufas memberikan kontribusi besar terkait peningkatan kapasitas Dokter, Bidan dan Perawat pada layanan primer dimana pada setiap pendampingan onsite telah dilakukan drill emergency oleh dokter spesialis anak dan spesialis obgyn untuk penanganan kasus maternal dan neonatal.
Pada sisi yang lain, di Puskesmas masih terdapat beberapa kesulitan terutama sarana dan prasarana, peralatan medis serta obat-obatan yang sangat penting untuk memperkuat pelayanan Kesehatan ibu dan bayi di Puskesmas.
Tim Program USAID Momentum menyatakan, kedua hal di atas perlu diadvokasi kepada pemangku kebijakan di daerah agar pola Sufas perlu replikasi di Puskesmas yang lain dan prasarana peralatan, obat perlu dilengkapi di Puskesmas.
“Program USAID Momentum adalah kerjasama Kementerian Kesehatan RI dengan dengan Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) untuk meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan bagi ibu dan bayi baru lahir di Indonesia,” jelas Senior Program Manager USAID Momentum NTT Wilayah Flores, dr. Ignasius Henyo Kerong kepada wartawan usai kegiatan.
Kegiatan tersebut, lanjut mantan Direktur RSU Ruteng itu adalah program USAID Momentum Country and Global Leadership (MCGL) yang berfokus memperkuat sistem kesehatan ibu dan bayi baru lahir (KIBBL) di kabupaten/kota se NTT.
“Saya bertugas untuk menangani kegiatan tersebut di sembilan kabupaten di daratan Flores,” ungkap dr.Ignasius Henyo Kerong.