TPP Diturunkan 50 Persen, Ini Penjelasan Bupati Manggari Hery Nabit

Terkait dengan pemberhentian tenaga Honorer ini Bupati Manggarai Hery Nabit angkat bicara. Ditemui di ruang kerjanya Jumat, (13/01/2023) Bupati Hery menjelaskan, pemberhentian semua tenaga honorer adalah kebijakan tidak bijak. Karena kata Dia apabila semua tenaga Honorer diberhentikan akan berdampak pada pelayanan publik. Sementara kata Dia Pemda selalu dibebani dengan berbagai target.

“pemberhentian semuanya tidak bijak, kenapa tidak bijak, karna faktanya kita membutuhkan mereka, karena disisi lain kita dibebani oleh berbagai target-target, misalnya untuk dinkes, yang harus dikerjakan yaitu penekanan penularan penyakit, penanganan stunting, belum lagi di capil, target untuk perekaman dokumen kependudukan,sementara yang terampil menggunakan alat-alat ini adalah teman-teman honorer ini, mereka sudah lama bekerja disitu” ungkap Bupati Hery.

Ada tiga point penting yang dipertimbangkan dalam pemberhentian tenaga honorer kata Bupati Hery, pertama soal pelayanan publik, pelayanan publik pasti akan pincang, seperti di Catatan Sipil, Dinas kesehatan dan Dinas- dinas yang lain. Kedua Aturan, aturan kata Dia belum mengharuskan melakukan pemberhentian karena limit waktu berdasarkan aturan yaitu bulan November tahun 2023, Ketiga Cost Benevit, dari sisi anggaran jika diberhentikan kata Politis PDI Perjuangan ini pasti akan menghemat, bisa bangun jalan, bisa bangun gedung sekolah, tetapi tetap ada biaya, yaitu belanja bahan misalnya semen, aspal dan pasti di luar Manggarai, dan uang itu beredarnya di luar Manggarai, tetapi kalau bayar Honorer uangnya tetap ada di Manggarai, mereka akan melakukan transaksi di pasar, atau di tempat lain untuk kebutuhan sehari-hari. Ini kata Dia yang dinamakan dengan perputaran ekonomi.

Lebih lanjut Mantan salah satu Direktur BPO Labuan Bajo Flores ini mempertanyakan, apakah kemudian atas nama penghematan lalu mau mengorbankan pelayanan publik, sehingga Dia memilih untuk tetap mempertahankan tenaga honorer sampai dengan dengan batas waktu yang telah ditentukan yaitu 28 November 2023.

“apakah kemudian atas nama penghematan lalu kita mau mengorbankan pelayanan publik, mumpung memang aturan belum mengharuskan, aturan inikan baru mewajibkan semua dilepas di bulan November, nah kita pakai dulu waktu yang ada, memang kalau kita lepas, pasti ada penghematan,uang kita bisa bangun jalan, bisa bangun gedung sekolah, tetapi kan tetap ada costnya, beli semen, beli aspal, dimana belinya di luar manggarai, tetapi kalau 4000 orang THL ini kita pertahankan beberapa bulan kedepan, uang akan diberikan kepada mereka, mereka pasti akan berbelanja di pasar, sehingga uang tidak keluar, itulah yang namanya perputaran ekonomi” imbuhnya.

Kenapa TPP Diturunkan 50 persen
Saat ditanya kenapa TPP para pegawai lingkup Pemda Manggarai diturunkan hingga 50 persen, Bupati Hery menjelaskan bahwa TPP turunkan untuk membayar sebagian gaji para Honorer. Ini dilakukan kata Dia demi keadilan dan kemanusiaan.