Tantangan dan Peluang Bonus Demografi Bagi Masyarakat NTT

Seminar yang dibuka Gubernur NTT Frans Lebu Raya itu menghadirkan sejumlah instansi terkait dari pusat, maupun para kepala daerah bersama unsur DPDR serta perwakilan pemerintah dari 22 kabupaten/kota se-NTT.

Menurutnya, angka kelahiran yang masih tinggi menyebabkan angka penduduk usia ketergantungan (dependency ratio) NTT pada kelompok umur 0-14 tahun masih sangat tinggi.

Hasil proyeksi Bappenas dan BPS pada 2013, katanya, menunjukkan bahwa hingga tahun 2035 NTT tidak bisa mengalami bonus demografi karena angka dependency ratio pada 2035 masih berada pada 62 per 100.

“Artinya beban tanggungan yang harus dipikul oleh 100 orang usia produktif adalah 62 orang penduduk usia non produktif, sementara syarat utama mencapai bonus demografi maka dependency ratio harus berada di bawah angka 50 per 100 atau idelanya 44/100 Ini akan menjadi tantangan dan peluang masyarakat NTT, mari kitamendorong pencapaian bonus demografi dan indeks prestasi manusia (IPM) yang tercipta mulai dalam keluarga, karena akumulasi dari keluarga-keluarga itulah yang menjadi bonus demografi dan IPM suatu daerah atau negara.

Salah satunya caranya dengan membangun kampung keluarga berencana secara terpadu, terintegrasi dan keroyokan semua sektor. Disisi yang lain tak kalah penting adalah Pendidikan tinggi sangat berperan penting dalam menentukan arah kemajuan suatu bangsa, karena bangsa yang maju ditandai dengan tingkat mutu SDM yang tinggi. Selain dituntut untuk menghasilkan SDM yang berkualitas, pendidikan tinggi juga dituntut untuk menghasilkan lulusan yang berkarakter terpuji dan memiliki sikap mental yang kuat dan tangguh.

Untuk dapat menghasilkan lulusan yang berkualitas, berkarakter terpuji, dan memiliki sikap mental yang kuat dan tangguh, pendidikan karakter yang  diberikan selama mahasiswa menempuh pendidikan menjadi kunci utama.

Pendidikan karakter yang dimaksud di sini adalah karakter yang menunjukkan keistimewaan dan keunggulan dari bangsa Indonesia. Salah satu keunggulan karakter Bangsa Indonesia adalah nasionalisme dan wawasan kebangsaannya.

Wilayah Indonesia terdiri dari ribuan pulau, ratusan suku, keragaman agama, bahasa, budaya dan ras, namun disatukan oleh aktualisasi semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

Bangsa Indonesia sejak lama memiliki ciri khas dan memiliki tempat tersendiri di antara bangsa-bangsa di dunia. Namun, apabila melihat kondisi yang terjadi di Indonesia saat ini, ada kekhawatiran karakter terpuji bangsa Indonesia yang telah dibentuk oleh nenek moyang sejak berabad-abad yang lalu, kondisi sosial maupun budayanya yang baik yang dirumuskan menjadi budaya Pancasila, saat ini akan tercemar oleh pengaruh budaya lain yang negatif. Hal ini terlihat dari banyaknya kejadian negatif di masyarakat saat ini.

Kondisi ini menunjukkan pentingnya penanaman pendidikan karakter pada generasi muda penerus bangsa Indonesia.

Komentar