Maria Imelda Jelia Saat ditemui di Kediamannya mengatakan meskipun kondisi rumahnya itu sudah rusak parah bahkan terancam ambruk dirinya bersama dengan anggota keluarga tetap bertahan.
“Kerusakan ini terjadi pada saat hujan angin pada bulan maret yang lalu, kami masih tetap bertahan disini karena kami tidak memiliki tempat tinggal yang lain” Ujarnya.
Perempuan 3 Anak itu mengungkapnya dirinya memiliki tekat untuk memperbaiki kondisi Rumahnya tersebut tetapi niatnya itu terganjal dengan kondisi ekonomi yang miskin dan beban biaya keluarga yang cukup besar.
“Saya memiliki tekat untuk memperbaiki rumah ini, tetapi saat ini kondisi saya sangat sulit, anak saya yang satu sedang kuliah,” Ujarnya.
Dia menceritakan sebelumnya ada tim verifikasi dari Dinas Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Manggarai pernah mendatangi kediamannya untuk melihat kondisi Rumahnya akan tetapi kunjungan tersebut hingga saat ini belum ada jawaban.
“Dulu ada orang dari Kabupaten datang kesini, mereka datang untuk melihat kondisi rumah dan waktu itu mereka minta saya untuk berdoa agar dapat bantuan,” tambahnya.
Sementara itu Penjabat Sementara Desa Compang Namut saat ditemui di Ruangan Kerjanya mengatakan pihaknya telah menyampaikan laporan secara resmi ke Dinas Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Manggarai di Ruteng terkait warga yang terkena dampak siklon seroja kala itu.
Dalam laporan tersebut jelas dia, berdasarkan hasil pengecekan dan survei terdapat 5 Kepala Keluarga yang terkena bencana dan harus segera dibantu.
“Jadi pada saat bencana itu ada masyarakat yang datang menyampaikan laporan ke sini. Laporannya bervariasi, ada yang rumahnya, ada yang dapur dan juga termasuk apa ini pohon dan tanaman. Lalu setelah laporan maka berdasarkan hasil survei dari pihak desa itu hari, ada 5 orang kepala keluarga yang alami bencana,” jelasnya.
Hingga saat ini ungkap dia belum ada titik terang dari Pemda Manggarai apakah sejumlah Warga yang terdampak mendapat bantuan atau tidak.