Ruang Kosong Gedung DPRD Sambut Para Pendemo GMNI dan APM22

Kebijakan pemerintah menaikan harga BBM lanjutnya akan berpengaruh kepada semua sendi kehidupan masyarakat. Yang lebih parahnya kata Emanuel kenaikan harga BBM akan diikuti oleh inflasi.

“kenaikan harga BBM akan menyengsarakan rakyat, naiknya BBM yang jelas akan diikuti dengan inflasi, namun sayang DPRD kita saat ini tidak mendengar apa yang menjadi kecemasan masyarakatnya, semuanya tidak berada di tempat” katanya.

Senada dengan Emanuel, Rino Padur dalam orasinya juga menyampaikan rasa kecewanya atas ketidaaan anggota DPRD untuk menemui mereka. Karena itu Dia menyampaikan mosi tidak percaya kepada anggota DPRD Kabupaten Manggarai.

“mulai saat ini kami menyampaikan mosi tidak percaya kepada anggota DPRD Kabupaten Manggarai” imbuhnya.

Adapun pernyataan sikap Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Cabang Manggarai bersama APM22 yaitu :
1. Menolak kebijakan kenaikan harga BBM bersubsidi.
2. Mendesak Pemerintah Republik Indonesia untuk membatalkan kebijakan kenaikan harga
BBM bersubsidi.
3. Mendesak Kepolisian untuk memberantas praktik penyalahgunaan penyaluran BBM
4. Mendesak KPK untuk mengaudit BPH Migas.
5. Mendesak pemerintah daerah untuk ikut melakukan pengawasan penyaluran BBM.

Untuk diketahui harga pertalite naik dari Rp 7.650 per liter menjadi Rp 10.000 per liter. Selain harga BBM Pertalite, solar bersubsidi dari Rp 5.150 per liter menjadi Rp 6.800 per liter, dan pertamax non-subsidi dari Rp 12.500 per liter menjadi Rp 14.500 per liter yang berlaku sejak Sabtu, 3 September 2022 pukul 14.30 WIB.