Aven tegaskan, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Manggarai juga tidak sepakat dengan saran Aleks Armanjaya supaya Bupati Hery Nabit menanggalkan baju PDI Perjuangan dan menjadi bagian dari rakyat Manggarai.
“Itu adalah pikiran picik yang memisahkan PDI Perjuangan dengan rakyat Manggarai seluruhnya. Periode 2021-2024 kiranya sudah cukup menjadi bukti bahwa Bupati Hery Nabit dan semua Kader Partai adalah bagian dari partai dan sekaligus sebagai bagian dari rakyat Manggarai,” tegasnya.
Pada bagian lain rilisnya, Aven menegaskan bahwa bagi kader PDI-P, partai bukan sekedar kendaraan untuk mendapatkan kekuasaan, yang bisa ditinggalkan setiap saat untuk kepentingan-kepentingan sesaat.
“Lebih jauh dari itu, partai adalah wadah untuk menyemai bibit-bibit pemimpin dan menjaring calon-calon pemimpin yang loyal sekaligus kepada partai maupun kepada negara. Dengan demikian, Partai seharusnya tidak dipisahkan dari negara, karena negara demokratis adalah negara yang dibangun oleh rakyat yang tergabung dalam partai-partai,” tulis Aven.
Aven menutup rilisnya dengan mengutip pernyataan salah seorang tokoh Partai Demokrat NTT pernah sekali berucap bahwa Partai adalah Rakyat yang terorganisir dengan baik. “Kami setuju sepenuhnya dengan pandangan ini,” demikian Aven Mbejak.