Pembangunan Proyek Geothermal Mataloko, Warga Sebut Kampung Terisolir Mulai Menikmati Akses Jalan Mulus Hingga Perekonomian Semakin Membaik

“Kami ini sudah lama kerja buat parang, tetapi banyak orang tidak kenal. Kendala utama itu karena akses menuju tempat ini jalan tanah dan becek,” ujar Stefanus.

Pengrajin ini mengaku, pasca jalan aspal telah dibangun oleh PT. PLN untuk mendukung akses jalan menuju titik lokasi pembangunan PLTP, masyarakat pun merasakan dampak baiknya dari pembangunan tersebut.

“Yang kami rasakan saat ini betul-betul sangat terbantu, jalan sudah bagus begini,” ucapnya.

Sebagai mata pencarian pandai besi, Stefanus merasakan dambak baik dari pembangunan jalan menuju wilayahnya, “omset penjualan parang kami terus meningkat karena banyak orang yang datang langsung ke tempat pembuatan kami”.

Sebelumnya kata dia, ketika bepergian harus melewati jalan tanah berlumbur karena hanya satu akses jalan ketika menjual hasil pertanian.

Ia menceritakan, sebelum PT. PLN membangun ruas jalan aspal dari jalur utama menuju dusun Poma Mana, desa Wogo, sejumlah warga harus menghadapi kesulitan besar akibat kondisi jalan yang sangat sulit dilintasi ketika menjual hasil pertanian.