Bupati Hery menambahkan bahwa, program ini merupakan contoh yang baik bagi masyarakat Manggarai. Dia menambahkan bahwa, tanaman sorgum ini dapat menjadi salah satu alternatif dalam memperkuat, ketahanan pangan di tengah cuaca yang tidak menentu akibat perubahan iklim.
“Dengan cuaca yang tidak jelas seperti sekarang ini, sebagai bagian dari perubahan iklim, itu kita tidak bisa berharap terlalu banyak pada produksi padi, karena produksi padi menjadi tidak menentu, kita berharap bahwa padi yang tidak menentu ini bisa ditutup oleh komoditas lain, termasuk sorgum,” papar Bupati Hery.
Bupati Hery juga menjelaskan bahwa apabila komitmen 7 desa ini terwujud maka, hasil sorgum ini dapat dimanfaatkan sebagai produk makanan tambahan untuk mengatasi stunting di setiap desa.
“Saya kira kalau kita bergerak bersama maka produksinya akan sangat banyak, panen hari ini kan artinya kita sudah punya bibit, bibit untuk yang lainnya di luar Desa Iteng. Tentu seperti yang sudah disampaikan bahwa penanganan stunting juga menjadi fokus,” tutup Bupati Hery Nabit.
Turut hadir dalam acara ini: Kaban Bapelitbangda Hilarius Jonta, Kadis PUPR Lambertus Paput, Kadis PMD Yos Jehalut, Kaban BPBD Hendrik Sukur, Kadis Kominfo Heri Jelamu, Sekretaris Dinas Pendidikan Wensislaus Sedan, Danramil 1612-07/Satar Mese Kapten Inf Roberto Carlos, Kapolsek Satar Mese Ipda Edi P. Wijayanto, Kepala Bagian Umum Turibius Sta, Kepala Bagian Prokopim Paulus Jeramun, para pimpinan BUMN/BUMD lingkup Kecamatan Satar Mese, para Kepala Desa/Penjabat Kepala Desa, perwakilan petani dari 7 desa, tenaga pendidik dan siswa/i SMPN Satar Mese, masyarakat sekitar, dan awak media.