Intinya, lanjut dia, pengguna jasa mengeluhkan bahwa biaya peti kemas dari Surabaya ke pelabuhan Tenau Kupang dan pelabuhan lain di NTT hampir sama dengan ongkos angkut dari pelabuhan ke Gudang dalam kota.
Ia menegaskan, di kota Kupang, peti kemas 20 feet yang mengangkut barang 20 Ton dengan jarak tempuh 10 KM bertarif Rp 4 Juta.
Sementara, lanjut dia, di pulau Jawa dan Sulawesi biayanya jauh lebih murah, dari Semarang ke Jogyakarta dengan jarak tempuh 116 KM, lama perjalanan 5 Jam 37 Menit bertarif hanya Rp 2.450 Juta, dari Semarang ke Cirebon dengan jarak tempuh 238 KM, dengan lama waktu perjalanan 8 Jam 26 Menit bertarif Rp 3,8 Juta.
Sambung dia, dampaknya, terjadi disparitas harga barang yang tinggi, antara wilayah Barat dan Timur sehingga subsidi tol laut oleh Pemerintah melalui APBN setiap Tahun seolah tidak terasa menekan margin disparitas harga tersebut.
“Harga telur Ayam dan sembako tetap tinggi, lantas, dimana soalnya sehingga disparitas harga tersebut tidak mampu ditekan, apakah karena alasan klasik yang biasa terlontar yaitu soal supply and demand atau ada soal lain yang terjadi,” ungkapnya
Ia mengajak Pemprov NTT, agar persoalan tarif logistik dari pelabuhan ke Gudang, pembatasan distributor barang dengan alasan tertentu, kapasitas pelabuhan peti kemas mesti diurai bersama guna membantu Masyarakat kecil dari permainan harga barang yang bisa dilakukan sesuka hati dan kapan saja oleh segelintir Orang