Jakarta, SwaraNTT.Net -Tanggapan pihak PT. PLN (Persero) usai menggelar rapat tertutup bersama pihak Keuskupan Ruteng (KR), pada 2 Agustus 2023, yang berlangsung Aula Rapat Puspas KR. Sebelumnya pada 27 Juli 2023, pihak Keuskupan Ruteng, mengundang PT. PLN melalui divisi Panas Bumi, Direktorat Jenderal EBTKE Kementerian ESDM serta pihak PT. PLN UIP Nusra untuk berdialog rencana PLN terkait pengembangan geothermal Ulumbu.
Rapat tertutup itu dipimpin langsung Romo Vikjen Keuskupan Ruteng, Alfons Segar, Pr, yang dihadiri pihak PT. PLN, Direktorat Jenderal EBTKE Kementerian ESDM serta Pemerintah daerah kabupaten Manggarai.
Kepada sejumlah awak media Vikjen KR, Alfons Segar, menyebutkan pihaknya meyodorkan tiga point penting kepada PT. PLN, diantaranya keadilan, kesejahteraan dan keutuhan ciptaan (lingkungan).
PLN dalam keterangan tertulisnya pada Minggu 13 Agustus 2023, kepada swarantt.net, menjelaskan PLN selaku Badan Usaha Milik Negara ditugaskan Pemerintah untuk menyelenggarakan usaha penyediaan tenaga listrik bagi kepentingan umum dalam jumlah dan mutu yang memadai serta memiliki misi antara lain menjadikan tenaga listrik sebagai media untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat, mengupayakan agar tenaga listrik menjadi pendorong kegiatan ekonomi dan menjalankan kegiatan usaha yang berwawasan lingkungan. Tugas dan misi PLN tersebut tentunya sangat sejalan dengan harapan dan keinginan Pemerintah Daerah dilingkungan Provinsi NTT.
Bapak Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, menyebutkan bahwa saat ini Provinsi NTT merupakan Provinsi urutan ketiga termiskin secara nasional. Hal tersebut disampaikan Bapak Gubernur saat mengikuti Apel Siaga Kelistrikan bersama Direktur utama PLN, Darmawan Prasodjo, menjelang KTT ASEAN ke-42 di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.