Wabah Covid-19 telah memaksa kita untuk mendefinisikan makna hidup dan sejenak melihat kembali kehidupan, keluarga, dan lingkungan sosial dalam arti yang sebenarnya. Manusia dipaksa berhenti dari rutinitasnya, untuk memaknai hidup yang sebenarnya.
Sudah lebih dari satu tahun pandemi covid-19 berlangsung di Indonesia. Pendemi covid-19 telah mengubah dunia pendidikan mulai dari proses pembelajaran, dimana biasanya dilakukan di dalam kelas dengan tatap muka, namun sejak pandemi berlangsung berubah menjadi belajar daring (dalam jaringan). Seluruh elemen pendidikan secara kehidupan sosial “terpapar” dampak covid-19.
Banyak orang tua yang kurang familier melakukan sekolah sistem daring. Bersekolah dari rumah merupakan kejutan besar khususnya bagi produktivitas orang tua yang biasanya sibuk dengan pekerjaannya di luar rumah. Demikian juga dengan problem psikologis anak-anak peserta didik yang terbiasa belajar bertatap muka langsung dengan guru-guru mereka.
Pandemi Covid-19 ini telah mengubah pola pembelajaran yang semestinya tatap muka menjadi pembelajaran jarak jauh atau biasa disebut daring. Hal ini berdasarkan surat edaran dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan atau Kemendikbud Nomor 15 Tahun 2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Belajar dari Rumah dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19.
Pembelajaran jarak jauh ini menuntut anak untuk menguasai materi pembelajaran yang diberikan guru secara online. Kelas-kelas di sekolah sudah tergantikan dengan group-group pembelajaran diaplikasi ponsel. Hal ini tentu bukan hal yang mudah bagi semua elemen pendidikan terutama orang tua menghadapi transisi dalam sistem pembelajaran ini.
Partisipasi orang tua dalam menemani anak-anaknya belajar secara daring dirumah sangat penting sehingga orang tua dapat memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anaknya.
Pembelajaran daring tidak hanya berdampak pada siswa itu sendiri, tetapi banyak orang tua siswa yang mengeluh. Pembelajaran jarak jauh (PJJ) melalui WhatsApp, Google Classroom, Email, Zoom atau aplikasi yang lainya, diyakini telah menurunkan kualitas pendidikan, dan banyak menunjukan dampak yang dialami peserta didik selama menjalani pembelajaran di masa pandemi Covid-19. Kondisi ini pun berpengaruh besar terhadap kualitas pembelajaran.