Dukung Pendirian SMK Negeri 1 Reok Barat, Warga Bangun 3 Ruang Kelas Darurat

Tak hanya itu, Rm. Bernad juga menjelaskan, lokasi pendirian sekolah tersebut berada di lahan umum warga Desa Kajong, dengan luas diperkirakan 3 Hektar.

Alasan dirinya, mendirikan sekolah menengah kejuruan di bidang pariwisata di Reok Barat, ia menjelaskan, Reok Barat memilik potensi yang luar biasa, pasalnya saat ini menjadi brand over dari seluruh program merupakan Pariwisata.

“Reok Barat sangat dekat dengan Labuan Bajo, apalagi Labuan Bajo itu merupakan Kota Pariwisata Super Premium. Di Reok Barat memiliki banyak destinasi Pariwisata mulai dari dari Tengku Siwa, Gua Alam Wae Kuli dan Pantai utara di Desa Paralando dan Lemarang,” jelasnya.

Dikatakan Rm. Bernad, saat ini SMK Negeri 1 Reok Barat, sudah mulai proses untuk pendirian sekolah. Sebelumnya pada 24 Mei 2022, Ia bersama perwakilan tokoh masyarakat desa Kajong, menemui langsung Gubernur NTT, Viktor B. Laiskodat, menyerahkan proposal pendirian SMK Negeri 1 Reok Barat.

Kepada Gubernur VBL, Rm. Bernad, menyampaikan apresiasinya dan mengucapkan terimakasih karena telah merespon baik terkait pendirian sekolah ini.

“Kerinduan dan keinginan masyarakat desa Kajong memiliki SMK Negeri ini, sudah sangat lama, ya. Dan kerinduan itu terwujud pada tahun 2022 ini,” ucapnya.

Sementara salah satu tokoh masyarakat desa Kajong, Frumentius Hono, menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada Rm. Bernad Palus, sebagai inisiator pendirian SMK Negeri 1 Reok Barat.

Menurut Frumentius, hadirnya sekolah tersebut, berkat perjuangan Pastor Paroki Santa Maria Imaculata Wae Kajong (Rm. Bernad) dan didukung oleh seluruh masyarakat desa Kajong.