Diduga Proyek DD Mangkrak dan Intimidasi Warga, Ini Penjelasan Pjs Nao

Manggarai, SwaraNTT.Net – Pejabat Sementara (Pjs) desa Nao, Yosef Cetak, membantah adanya proyek mangkrak yang bersumber dari Anggaran Dana Desa (ADD) dan telah melakukan intimidasi kepada warga yang menamakan dirinya Gerakan Masyarakat Desa Nao oleh pihak Babinsa dan babinkantibmas yang bertugas di desa tersebut, Kamis (17/06/2021).

Sebelumnya, ketua Koordinator GMDN melaporkan Pjs desa Nao, ke pihak Kejari Manggarai, terkait pengelolaan Dana Desa yang tidak transparan dan terkesan mangkrak, pada Selasa 15 Juli 2021.

Menanggapi hal tersebut, Pjs Desa Nao, menjelaskan, pembangunan lapangan bola Volly, pembangunan tempat sampah dan pembangunan panggung lapangan sepak bola di desa Nao, sudah terlaksanan dengan baik dan telah di audit oleh dinas Inspektorat.

Terkait dengan pernyataan intimidasi oleh Stefanus Woket dibeberapa media, Pjs Yosef Cetak menjelaskan tidak pernah ada intimidasi tersebut terhadap beberapa warga desa Nao, oleh pemerintah desa, babinsa dan babinkantibmas.

Menurut dia, pemerintah desa sebelumnya telah mengeluarkan surat undangan terhadap Stefanus Woket dan beberapa temannya untuk klarifikasi terkait beberapa poin aduan, tetapi tidak ada yang hadir.

Soal kehadiran Linmas, Babinsa dan Bhabinkamtibmas, Pjs desa Nao, juga menjelaskan pihak pemerintah Desa hanya mau memastikan alasan ketidakhadirannya Stefanus Woket dan beberapa temannya setelah pihak desa mengeluarkan undangan pertama.

“Tujuan undangan kami, untuk menjelaskan terkait poin- poin pengaduan dari saudara Stefanus Woket. Yang hadir dalam undangan klarifikasi itu hanya 4 orang selain Stefanus Woket,” ujar Pjs Nao.