Dekranasda Manggarai Kembali Gelar PKW, Bupati Hery: Kita Membutuhkan Peningkatan Kualitas Para Penenun

Peserta pelatihan PKW, lanjut Medyanti dilakukan uji kompotensi, pasalnya banyak peserta anak muda dari usia 17 tahun yang sudah menikah serta memiliki anak “sehingga dengan menguasai kompotensi dasar seperti jenis benang, warna benang,motif benang sehingga bisa menghasilkan tenun yang berkualitas”.

Para penenun, sambung Meldyanti harus didampingi, “karena harus mempersiapkan para penenun-penenun kita agar bisa bersaing sama seperti tenunan dari Sumba yang sudah merajai pasar Nasional bahkan Internasional. Tenun Manggarai masih dalam konteks lokal, kita masih belum keluar dari Manggarai”.

Dirinya berharap dengan kegiatan ini tenun juga bisa menjadi destinasi wisata di kabupaten Manggarai khususnya di wilayah Selatan ini.

“Harapan kami tahun ini muda-mudahan dekranasda manggarai bisa membawa karya tenun pada pameran tingkat nasional karena selama ini kita masih memakai pewarna yang mengandung bahan kimia kalau benang kita sudah ada,karena kalau masuk pasar nasional itu harus pake pewarna yang alami itu sebabnya tenunnya kita susah diterima dipasar nasional,” harapnya.

Sementara Bupati Manggarai Herybertus Nabit mengatakan, pelatihan yang sudah berlangsung selama kurang lebih 1 bulan, tentunya tidak mudah dan sangat menyita waktu.

“Kalau program seperti ini berjalan dengan baik, tentunya kita memiliki alasan untuk munculkan program ini kembali di tahun yang akan datang,” katanya.

Bupati Hery menuturkan, kabar baik anak-anak yang kita latih ini, sejak tahun lalu ada sekitar dua ratusan orang dan tahun ini ada enam puluh orang, didominasi anak-anak perempuan, meski ada juga anak laki-lakinya.

Posting Terkait

Jangan Lewatkan