Bupati Hery Dalam sambutannya,menyampaikan terima kasih untuk kebersamaan itu, pembangunan rumah gendang bukan pekerjaan kecil tetapi ini merupakan pekerjaan besar. Karenanya membutuhkan waktu lama dan tentunya akan ada perbedaan pendapat.
“Sehingga saya meminta kepada kita semua untuk tetap menjaga kebersamaan ini. Khusus yang bertugas sebagai bendahara untuk transparan,” katanya.
Bupati Hery mengungkapkan, pembangunan rumah gendang ini merupakan kerinduan kita semua, berharap ketika pembangunan ini sudah seselai bisa menguatkan kita, semua urusan menjadi semakin lancar, kalau ada masalah bisa diselesaikan melalui kesejukan rumah gendang.
“Kami datang hari ini karena sudah ada dua perjalanan terlebih dahulu yang dilakukan oleh Ketua Dekranasda, menggali semua sejarah yang sampai pada satu kesimpulan bahwa memang rumah gendang ini harus dibangun bersama, karena ini bagian dari sejarah besar Manggarai,” katanya.
Semangat Pemerintah, jelas Bupati Hery, yakni mempersatukan Manggarai dengan cara menulis kembali sejarah.
“Kami gembira, usaha kami untuk mengajak semua pihak menggali lagi sejarah, ternyata diterima dengan baik oleh masyarakat di Wudi,” katanya.
“Sehingga untuk generasi penerus bisa jelas, dalam sejarah Manggarai, Wudi ini berada di posisi mana? Pembangunan rumah gendang ini bagian dari upaya untuk itu. Bahwa Wudi bukan saja bagian dari Cibal, tetapi bagian dari sejarah Manggarai,” tambahnya.
Dikatakan, ada beberapa titik di Manggarai yang memang sejarahnya perlu untuk ditulis kembali, supaya diketahui secara terus menerus.
“Kalau sejarah ini tidak jelas, maka akan ada pertentangan sesama kita orang Manggarai. Semua tempat ini berhubungan satu sama lain, jangan gara-gara politik hubungan itu menjadi rusak,” katanya.