“Kita akan segera mulai tahun ini. Kerja sama dengan pihak lain, ada banyak orang lain yang akan membantu dan membimbing kita dalam menulis,” pungkasnya.
Bupati Hery juga mengingatkan para siswa terkait literasi bermedia sosial, agar menggunakan media sosial untuk urusan yang positif dan produktif.
“Saya minta kepada anak-anakku untuk menggunakan media sosial secara bijak, untuk tujuan-tujuan positif. Saya mau generasi Manggarai hari ini tetap menjadi generasi yang tetap menghargai orang lain,” ucap Bupati Hery
Sebab menurut Bupati Hery, pintar saja tidak cukup, yang paling penting adalah attitude atau sikap, bagaimana merespons perbedaan, merespons kelemahan orang lain, membawa diri, meminta maaf dan bagaimana bersikap rendah hati. Pintar saja kalau tidak memiliki attitude yang baik, maka tidakakan dipakai.
“Saya mau anak-anak Manggarai saat ini adalah bagian dari anak-anak Indonesia yang baik. Kita mendapat attitude yang baik juga karena literasi. Pintar secara akademik tetapi tetap punya kepribadian sebagai manusia Manggarai, sebagai manusia Indonesia yang rendah hati dan tahu menghormati orang lain dan menerima perbedaan sebagai sebuah takdir. Banyak membaca akan membuat banyak orang menjadi rendah hati,” tutupnya.
Kepala sekolah SMK Swakarsa Ruteng, Isidorus Son, dalam sambutannya menjelaskan kegiatan ini merupakan satu dari serangkaian besar literasi sesuai amanat UU Nomor 14 tahun 2005 khusunya pasal 10 ayat 1, yang memuat keharusan guru untuk menulis sebagai salah satu tuntutan kompetensi dan profesi.
Ia berharap, seminar dan bedah buku ini kiranya bermanfaat untuk membangunkan semangat literasi baca tulis di kalangan siswa dan guru SMIP Swakarsa Ruteng dan membentuk masyarakat belajar pada masyarakat Manggarai demi terciptanya masayarakat yang komunikatif dan emansipatif melalui kegiatan literasi.